Sudah tahu cara hitung pajak bunga deposito ? Yuk Cek Di sini

Deposito adalah salah satu investasi tergolong aman tetapi memiliki waktu pengembalian yang lama. Tahukah kamu bahwa deposito sebenarnya dikenakan pajak ?. Pajak tersebut adalah pajak yang dikenakan pada bunga deposito dan disbut dengan pajak bunga deposito. Pajak bunga ini dikenakan kepada nasabah yang memilik deposito dengan nilai lebih dari 7 juta 500 ribu rupiah.

Pajak bunga yang dimiliki deposito ini akan mengurangi nilai suku bunga yang akan didapatkan nasabah. Jadi, semakin besar nilai suku bunganya akan menjadikan pajak yang dikenakan juga semakin besar. Yuk Simak ketentuan dan perhitungan pajak dari sebuah deposito.

Ketentuan Pengenaan Pajak Deposito

Menurut DJP atau Direktorat Jenderal Pajak, kondisi nasabah yang dikenakan pajak adalah dikenakan presentase bunga sebesar 20 persen bila nilai tabungan deposito lebih dari 7 juta 500 ribu rupiah.

Ketentuan mengenai pajak bunga tabungan deposito ini sudah terangkum dalam peraturan pemerintah lainnya seperti PP 131 Tahun 2000 yang mengatur tentang PPh atas bunga deposito dan tabungan. Juga ada peraturan tentang pemotongan PPh atas bunga deposito serta diskonto SBI yang diatur dalam KMK-51/KMK.04/2001.

Sudah tahu cara hitung pajak bunga deposito Yuk Cek Di sini

Menghitung Pajak Bunga Tabungan Deposito

Kamu pasti penasaran tentang berapa besar buga yang kamu peroleh setelah dikenakan tabungan deposito kamu dikenakan pajak. Meskipun bunga untuk tabungan deposito berbeda di setiap bank, oajak yang dikenakan oleh pemerintah tetap sama yaitu 20 persen. Jadi jumlah keuntungan dari deposito yang diperoleh nasabah akan berbeda. Tergantung dari tenor yang diambil dan nominal uang yang didepositokan oleh nasabah.

Tenor adalah jangka waktu pengambilan. Semisal tenor yang kamu ambil adalah satu bulan, maka kamu tidak bisa mengambil uang hasil deposito kamu sebelum jatuh tempo (1 bulan). Begitu pula jika kamu memilih deposito dengan tenor 3 bulan, maka jatuh tempo atau jangka waktu pengambilannya adalah 3 bulan, dan seterusnya sesuai dengan tenotr yang diambil. Agar lebih jelas ada baiknya menyimak contoh dan ilustrasinya

Kamu mengambil deposito 3 bulan dengan bunga bank sebesar 5 persen, dan uang yang kamu setorkan adalah 10 Juta rupiah. Dalam perhitungan pajak bunga tabungan deposito menggunakan rumus saldo (S) x bunga (i) x jumlah hari (t) / 365. Maka hasilnya adalah 10 jt x 5% x 91 (karena periode 3 bulan memiliki jumlah hari 91 atau 92) / 365 sama dengan Rp124.657.

Karena nominal yang kamu setorkan adalah 10 juta, maka hasil tersebut dikali dengan pajak sebesar 20% sama dengan Rp 24.931. Maka, keuntungan yang kamu dapatkan selama deposit 3 bulan adalah Rp 24.931 x 3 bulan = Rp 99.726. Itulah mengapa investasi ini tergolong aman karena memang tidak ada risiko besar yang kamu tanggung ketika kamu melakukan deposit.

Apakah Bisa Investasi Deposito Tanpa Terkena Pajak?

Deposito kamu bisa aman tanpa terkena pemotongan pajak apapun jika jumlah dana yang kamu depositkan tidak lebih dari 7 juta 500 ribu. Maka dari itu, carilah bank yang membuka deposito dengan nilai Rp 7.500.000 Tetapi jumlah keuntungan yang kamu dapatkan tidak sebanyak dengan yang dikenakan pajak bunga deposito. Jika disamakan, mendeposit dengan nilai 7 juta 500 ribu selama 6 bulan dan suku bunga yang sama yaitu 5%. Keuntungan yang kamu dapatkan selama 6 bulan hanya Rp. 184.931.

Diharapkan artikel ini dapat membantu kamu dan memberikan kamu pengetahuan tentang tabungan deposito. Tidak ada salahnya kamu mencobanya karena investasi itu hal yang baik. asalkan caranya tepat. Sudah tahu kan sekarang cara menghitung pajak deposito dan keuntungan yang kamu dapatkan?

Leave a Reply