Solusi PHK Karena Pandemi COVID

Dunia saat ini sedang berduka. Hampir satu tahun sudah virus Corona menyerang kesehatan warga yang mengakibatkan kematian. Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang terdampak virus Corona. Hingga saat ini, masyarakat yang terpapar COVID-19 terus bertambah. Jumlah korban yang meninggal juga terus mengalami peningkatan.

Tidak hanya kualitas kesehatan yang menurun, pendapatkan masyarakat juga menurun dengan drastis. Banyak pihak yang mengalami pemutusan hubungan kerja dan tidak dapat lagi bekerja di perusahaan yang mereka naungi. Salah satu solusi yang dapat dipilih oleh masyarakat akibat pandemi COVID adalah mendirikan sebuah CV. CV menjadi salah satu jenis bisnis yang dapat dilakukan oleh masyarakat karena mudah ketika mendirikannya. Masyarakat yang tertarik untuk menjalankan bisnis ini biasanya akan mencari informasi mengenai cara mendirikan cv terlebih dahulu agar mudah mendirikannya.

cara mendirikan cvphk akibat pandemi covid 19 di dki jakarta

CV menjadi badan usaha yang dapat dirikan dengan jumlah modal yang terbatas. Ketika masyarakat ingin mendirikan sebuah CV, mereka tidak dibebani oleh jumlah modal dengan minimal tertentu. Hal ini tentunya berbeda ketika akan mendirikan sebuah PT dimana modal awal yang harus dipersiapkan berjumlah 50 juta rupiah. CV tidak hanya dapat didirikan oleh satu orang tetapi dapat didirikan oleh beberapa pihak. Pihak lainnya mempercayakan uang kepada seseorang yang dipercaya dan bertindak sebagai seorang pemimpin. Dalam mendirikan CV, ada dua jenis sekutu yang perlu untuk diketahui. Sekutu tersebut disebut dengan sekutu komplementer dan sekutu komanditer. Sekutu komplementer merupakan seseorang yang menjalankan bisnis dan memiliki kewenangan dalam menjalankan CV. Sedangkan sekutu komanditer merupakan sebutan bagi mereka yang menanamkan modalnya di CV. Ia tidak memiliki hal untuk mengelola CV dan hanya duduk manis untuk mendapatkan pendapatan dari keuntungan CV.

Untuk mendirikan CV, hal pertama yang perlu dilakukan adalah dengan membuat akta pendirian Commanditaire Vennootschap atau CV terlebih dahulu. Pembuatan akta ini dilakukan di notaris dengan melampirkan KTP, nama CV, tempat kedudukan CV, nama sekutu, maksud dan tujuan pendirian CV, pembentukan kas CV dan pendaftaran CV yang telah diberi tanggal. Jika pembuatan akta pendirian telah selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah dengan mendaftarkan akta pendirian tersebut. Pendaftaraan akta CV sendiri dilakukan di pengadilan negeri setempat. Hal ini telah diatur di dalam UU KUHP pasal 23. Kelengkapan yang perlu dipersiapkan ketika pendaftaran adalah SKDP, NPWP, foto kopi KTP dan Kartu Keluarga direktur perusahaan.

cara mendirikan cv

Cara mendirikan CV lainnya adalah dengan mengurus izin usaha. Ketika mengurus izin usaha, masyarakat harus menyesuaikan dengan bidang usaha apa yang akan dijalankan oleh CV. Izin usaha dapat diproses di PTSP atau Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau dinas terkait. Untuk mengurus izin usaha, dokumen yang perlu dipersiapkan adalah NPWP, SKDP, akta pendirian CV dan surat keputusan dari menteri hukum. Mengurus TDP atau Tanda Daftar Perusahaan menjadi cara lainnya yang perlu dilakukan ketika akan mendirikan CV. Untuk mengurus TDP ini, masyarakat dapat mendatangi dinas perdagangan dimana perusahaan akan didirikan. Cara terakhir mendirikan CV adalah dengan mengumumkan ikhtisar resmi. Jika masyarakat tidak memiliki waktu untuk melakukan hal tersebut, mereka dapat meminta bantuan kepada jasa konsultan. Dokumen yang diperlukan antara lain foto kopi Kartu Tanda Penduduk pendiri, foto kopi KK direktur atau penanggung jawab, NPWP pengurus, surat keterangan domisili, mengisi formulir untuk membuat CV dan 2 lembat pas foto berukuran 3×4.

Leave a Reply