Sering Mencuri, Anak 9 Tahun Dikurung dan Dipasung

Ira, anak 9 tahun asal Cipatujah, Tasikmalaya memiliki kisah miris dikurung dan dipasung. Kabar yang beredar bahwa hal tersebut dilakukan karena Ira tidak bisa diam dan suka mencuri. Oleh sebab itu ia dikurung dan dipasung pada penjara bambu di dekat rumahnya.
Naasnya lagi nasib Ira sejak kecil memang sangat miris lantaran ia merupakan anak yang ditinggal ibu kandungnya sendiri. Lantas seperti apa kisah hidup bocah bernama Ira ini?
Ira, Anak 9 Tahun yang Dikurung dan Dipasung
Pemasungan dan pengurungan yang dilakukan terhadap Ira sudah berlangsung sejak usianya masih berumur 5 tahun lantaran dianggap nakal dan suka mencuri. Kondisi yang dialami Ira tersebut kemudian diketahui oleh seorang guru honorer sekaligus relawan di Yayasan Belajar Bersama asal Bandung yang bernama Taryan.
Taryan kemudian berusaha menolong Ira walau rumahnya sangat jauh menuju ke tempat kediaman Ira. Semua ini dilakukan demi menolong anak kecil yang seharusnya diperlakukan dan dididik dengan cara yang jauh lebih layak.
Sesampainya di Tasikmalaya, Taryan kemudian menemui kepala desa dan keluarga Ira untuk bertanya tentang alasan pemasungan. Katanya, anak yang ditinggal ibu kandungnya ini sejak kecil tak bisa diam dan sering mencuri.
Namun menurut Taryan, apapun alasannya perlakuan seperti itu tidak layak dilakukan kepada anak kecil. Seharusnya ia dibantu dan dididik untuk lepas dari masalah yang ia alami tersebut. Taryan berusaha untuk melobi supaya Ira dapat dilepaskan.
Taryan pun memberi suatu ancaman bahwa jika lobinya tidak dituruti oleh kepala desa dan keluarga, maka Taryan memiliki hak untuk menempuh jalur pidana atau jalur hukum atas masalah yang dialami anak di bawah umur ini.
Taryan juga mengontak RS Jiwa Cisarua Lembang untuk menjadi tempat dirawatnya Ira karena kejiwaan Ira menjadi tak lagi sehat pasca pemasungan yang ia alami. Menurut Taryan, Ira dibawa ke Bandung dan dimasukkan ke RS Jiwa Cisarua Lembang sejak bulan Mei.
Akan tetapi laporan pihak RS Jiwa Cisarua Lembang menyatakan bahwa kondisi kejiwaan dari Ira tidak terganggu jadi apa yang selama ini dilakukan oleh Ira murni hanya kenakalan anak – anak saja dan butuh bimbingan konseling lebih lanjut.
Ira diberikan perawatan kejiwaan di RS Jiwa Cisarua Lembang selama satu bulan penuh. Setelah satu bulan orang tua Ira sebenarnya dipersilahkan mengontak, akan tetapi anak malang tersebut memang anak yang tidak diharapkan.
Tak ada orang tua satupun yang datang menjemput dan setelah dikontak lebih lanjut, keluarganya malah mempersilahkan Taryan mengurus Ira. Menurut keterangan Taryan, dirinya siap jika harus merawat Ira akan tetapi harus ada hitam di atas putih karena ada konsekuensi hukumnya jika belum ada hitam di atas putih.
Pihak rumah sakit sebenarnya juga ingin menemui orang tua Ira atau paling tidak kerabat yang selama ini bersama Ira. Akan tetapi memang tidak ada tanggapan apapun dari keluarga anak malang ini. Taryan mengungkapkan bahwa kondisi yang dialami Ira bukan hal yang pertama.
Sejak awal Taryan yakin bahwa tak terlalu banyak masalah pada Ira, hanya butuh bimbingan konseling sesuai usianya. Sebelumnya Taryan bahkan pernah menjemput anak yang dipasung di kawasan Indramayu. Kemudian juga ada anak berusia 14 tahun yang dipasung di Cibaduyut Bandung dan masih diupayakan pelepasan pemasungannya.

Leave a Reply