Mengintip Perbedaan Hand Sanitizer Jel, Cair dan Busa Untuk Tangkal Virus

Sejak virus corona mewabah ke seluruh penjuru dunia, hand sanitizer menjadi salah satu barang yang penting untuk membantu memerangi virus tersebut. Selain mencuci tangan, hand sanitizer dengan kadar alkohol minimal 60 persen ternyata dapat membunuh kuman yang berada di tangan. Ada beberapa jenis hand sanitizer yang paling banyak digunakan oleh orang-orang, yaitu jel, cair dan busa. Berikut akan diulas perbedaan dari ketiga jenis cairan antiseptik tersebut.

Perbedaan Jenis Hand Sanitizer

1. Efektifitas Pemakaian

Ketiga jenis hand sanitizer ini sebenarnya sama-sama efektif untuk dipakai oleh semua orang, asalkan sesuai dengan standar yang berlaku. Perbedaannya terdapat di waktu pengeringannya saja. Hand sanitizer yang berbentuk gel ternyata membutuhkan waktu yang lebih lama untuk kering saat digunakan di tangan. Sedangkan untuk hand sanitizer berbentuk cairan lebih cepat keringnya.

perbedaan antara hand sanitizer Jel

Dikutip dari B4 Brands, kelebihan dari hand sanitizer yang busa adalah kemudahan dalam pengaplikasiannya. Hal tersebut dikarenakan produk antiseptik berbentuk busa ini akan menempel pada tangan dan tidak mudah meluncur seperti pembersih tangan yang berbentuk gel. Ketika ada lebih banyak hand sanitizer yang menempel di tangan, maka akan membuatnya lebih efektif untuk membunuh kuman.

2. Efektifitas Untuk Membunuh Kuman

Dilansir Clean Link yang telah mewawancarai beberapa produsen produk antiseptik ini, sebenarnya semua bentuk pembersih tangan jika mengandung antara 60 persen hingga 95 persen alkohol masih berpotensi efektif dalam membunuh kuman. Sementara penelitian lain dalam Journal of Hospital Infection meneliti dampak dari penggunaan hand sanitizer yang berbentuk gel dan cairan terhadap kebersihan tangan.

Untuk bisa menentukan keefektifan hand sanitizer gel dan cairan dengan dosis 0.7 ml, 1.5 ml, dan 3 ml saat dipakai atau dituangkan ke tangan. Maka kemudian dilakukan penelitian pada sifat sensoris dan penerimaannya untuk mempertimbangkan bagaimana hal tersebut dapat berpengaruh pada kebersihan tangan dari para petugas kesehatan. Hasilnya menunjukkan bahwa kandungan yang lebih tinggi lebih sulit untuk ditangani daripada yang lebih rendah.

Hand sanitizer yang berbentuk gel pada dosis yang lebih tinggi menjadi lebih lengket, kurang bersih, dan lebih lambat mengering. Sedangkan untuk yang berbentuk cair bisa memberikan hasil akhir yang lebih bersih, halus, dan lembap di tangan. Tetapi kebanyakan orang cenderung menyukai hand sanitizer berbentuk gel. Karena, secara umum antiseptik berbentuk gel ini lebih mudah diaplikasikan dibandingkan dengan yang berbentuk cair.

3. Harga Pembelian

Menurut anggota dari Associate Brand Manager di Henkel Consumer Goods, Inc., Ronald Lewis bahwa hand sanitizer gel lebih mudah digunakan dan biasanya merupakan opsi yang paling murah. Sedangkan untuk hand sanitizer yang cairan dalam bentuk semprot mungkin lebih sedikit mahal dan penggunaannya juga lumayan boros, karena akan melewatkan beberapa bagian di tangan atau kemungkinan akan menguap di udara.

Perbedaan Hand Sanitizer Jel

Selain itu, beberapa orang juga percaya bahwa hand sanitizer berbentuk busa lebih mudah untuk menyebar ke seluruh tangan. Namun, itu tergantung pada selera dan pilihan masing-masing orang yang ingin memakainya. Sayangnya, pembersih tangan satu ini cenderung lebih mahal. Karena kemasan pompanya serta bahan-bahan yang digunakan untuk membuat busa dari alkohol lebih mahal dibandingkan dengan yang berbentuk jel atau cair.

Dari ketiga perbedaan hand sanitizer diatas, perlu diketahui bahwa semua jenis pembersih tangan satu ini menawarkan manfaat yang sama yaitu untuk menangkal dan membunuh kuman. Yang paling penting dalam penggunaannya agar lebih efektif adalah dengan membiarkan tangan tetap basah selama 15 detik serta gunakan hand sanitizer ini secukupnya.

Leave a Reply