Mengapa Arya Permana Bisa Alami Obesitas Sampai 190 Kilogram?

Arya Permana, bocah asal Karawang yang mengalami obesitas ekstrim pada akhirnya menjalani operasi dan skema diet ketat didampingi dokter untuk menurunkan berat badannya. Bocah yang masih berusia 10 tahun ini awalnya memiliki berat badan sampai 190 kilogram hingga membuatnya tak dapat berjalan, duduk dan hanya bisa berbaring tidur saja di dalam rumah.
Hal yang menarik tentang Arya bukan hanya bagaimana caranya bisa lepas dari masalah obesitas ekstrim yang dialaminya, melainkan juga apa yang menjadi penyebab Arya sampai mengalami obesitas seperti itu. Di bawah ini ulasan selengkapnya!
Penyebab Arya Permana Alami Obesitas Ekstrim
Berat badan yang mencapai 190 kg menjadi tanda bahwa Arya bocah 10 tahun asal Karawang ini mengalami masalah kesehatan bernama severe obesity. Severe obesity merupakan kondisi penimbunan lemak secara berlebih di dalam tubuh sehingga penderitanya mengalami obesitas akut yang menjadikannya sulit gerak, sulit beraktivitas dan mengalami masalah kesehatan lainnya.
Awalnya, tak ada masalah aneh dengan tumbuh kembang Arya. Namun pada usia 4 sampai 5 tahun, Arya memang mengalami masalah penambahan berat badan secara drastis. Bahkan berat badannya mencapai 72 kg.
Hal ini ternyata tidak terjadi tanpa sebab. Menurut orang tuanya, sejak usia 4 tahun Arya seringkali mengonsumsi mie instan dan minuman kemasan rasa jeruk. Ketika hendak tidur dan ia merasa haus, sudah menjadi keharusan agar ia mengonsumsi minuman kemasan rasa jeruk. Jika tidak, dia tidak akan bisa tidur dan akan berguling – guling marah.
Oleh sebab itu, orang tuanya memberikan apa yang dia inginkan. Satu hari bahkan Arya bisa mengonsumsi minuman rasa jeruk sampai 20 gelas. Sementara mengenai cara makan pun demikian. Arya suka mengonsumsi mie instan.
Ketika ia mengonsumsi mie instan, porsi makan nasi akan berkurang. Namun dalam satu hari saja, Arya bisa menghabiskan empat sampai lima bungkus mie instan dan porsi makannya bisa mencapai 5 kali dalam sehari.
Setelah melakukan sesi konseling atau konsultasi dengan dokter, orangtua Arya melakukan pembatasan terhadap makanan anak. Tindakan yang dilakukan oleh orangtua Arya setelah berkonsultasi dengan dokter adalah memperbolehkan anak makan hanya maksimal tiga kali dengan porsi kecil.
Ketua Tim Penanganan Arya yaitu dr. Julistyo TB Djais, SpA (K) mengatakan bahwa hasil dari wawancara dengan keluarga Arya diperoleh fakta bahwa pada usia 5 tahun saja berat badan Arya sudah mencapai 90 kg.
Padahal logikanya berat badan tersebut adalah berat badan maksimal orang dewasa. Dalam satu hari Arya mengonsumsi makanan sampai 6000 KKal sebelum diet dilakukan. Kemudian pasca diet, kalori yang masuk ke dalam tubuh Arya dalam sehari dipangkas habis yaitu mencapai 3000 KKal.
Pihak tim medis yang menangani Arya menghimbau agar orang tua Arya selalu mengontrol pola makan Arya di rumah karena sebagus apapun pola di rumah sakit akan percuma jika ketika kembali ke rumah, porsi makannya kembali tidak terkontrol.
Atas berat badan Arya yang mencapai 190 Kg di usia 11 tahun ini, Arya dinobatkan sebagai anak terberat di dunia. Beruntungnya, walau berat badannya sudah sangat berbahaya sampai detik ini masih belum ada penyakit komplikasi apapun yang diderita Arya karena obesitas yang dialami. Lemak yang berada di tubuh Arya baru mengalami penumpukan di bagian bawah kulit.

Leave a Reply