Hindari Kesepakatan Bodong, Yuk Simak 5 Hal Penting dalam Surat Kerjasama

Ketika merancang suatu kontrak bisnis, anda perlu mempersiapkan beberapa berkas penting. Takutnya terdapat celah untuk menjerumuskan anda, dan menjurus ke kasus penipuan. Situasi akan semakin buruk bila rekan kerja tersebut, melarikan diri dan tidak bertanggung jawab. Maka anda membutuhkan surat kerjasama sebagai bukti otentik, dan berlandaskan hukum. Untuk itu anda perlu mengetahui, apa saja kelengkapan isi suratnya.

Poin Penting untuk Membuat Surat Perjanjian

1. Menggali Informasi tentang Rekan Bisnis

Ketika anda bertemu calon rekan bisnis jangan terburu membuat kesepakatan. Anda perlu menyelidiki terlebih dulu, terkait jaringan usaha yang dimiliki si calon. Poin penting seperti profil perusahaan, kinerja bisnis, serta reputasi usaha perlu anda ketahui. Selain melakukan penyelidikan lapang, baru kumpulkan informasi dari para kolega dan para klien sebelumnya. Hal tersebut dilakukan untuk memverifikasi data, sebagai sarana perlindungan untuk usaha anda.

mau buat Surat Kerjasama yang baik dan benar

2. Kegiatan Berjalan Ketika Kontrak Resmi

Sebelum ada perjanjian hitam putih, jangan melakukan aktivitas bisnis apapun. Secara umum isi surat terdiri dari judul, komparisi, premisse, syarat dan ketentuan, serta penutup. Khusus kolom syarat dan ketentuan harus ada perundingan sebelumnya, agar tidak memberatkan salah satu pihak. Jadi antara kedua pihak mempunyai porsi yang seimbang, dan adil dalam menjalankan bisnis.

3. Mempelajari Bahasa Kontrak

Anda perlu mencermati bahasa dalam surat perjanjian, mungkin bagi pemula akan terasa asing. Sebab bahasa kontrak menggunakan istilah-istilah spesifik, yang terkadang sukar dipahami. Jika anda merasa ragu langsung berkonsultasi dengan ahlinya, supaya mudah mengetahui isi keseluruhan kontrak. Sebaik mungkin tidak melewatkan elemen-elemen penting, karena akan mempengaruhi kinerja selama kontrak berjalan.

4. Tanyakan Poin-poin Secara Detail

Jika anda mengalami kebingungan dengan isi surat kerjasama, cobalah tanyakan kepada calon rekan kerja. Perhatikan poin-poin mana saja yang perlu ditanyakan, jika perlu sampai mendapatkan jawaban spesifik. Atau mungkin bisa menanyakan hasil kesepakatan, yang tidak tercantum dalam kontrak. Tindakan ini perlu dilakukan untuk menghindari ketidaknyamanan, saat kerjasama mulai berjalan.

Surat Kerjasama yang bai di gunakan

Ada baiknya jika anda mencantumkan panduan kerja yang detail, untuk menghindari kesalan dalam bekerja. Klien akan mempelajari terlebih dahulu ketentuan dalam bisnis anda, setelahnya baru menandatangani kontrak. Hal tersebut diterapkan untuk mengantisipasi agar kerjasama tetap dalam jalurnya, dan menghindari selisih paham di kemudian hari. Jalinan bisnis yang disepakati tidak akan berjalan baik, jika pelaku kerjasama dalam suasana buruk.

5. Menghadirkan Saksi dan Tidak Memaksa

Ketika waktu penandatangan kontrak, kedua pihak perlu menghadirkan orang ketiga. Tujuannya sebagai saksi saat perjanjian sedang berlangsung, Ia nantinya berhak bicara terkait siapa pihak yang melewati batas kesepakatan. Sehingga menghidari terjadinya perdebatan dua kubu, yang saling menuduh satu sama lainnya. Saksi juga berhak membacakan kesepakatan penalti, apabila salah satu mengingkari isi kontrak.

Mengajak sebuah perusahaan bekerja sama bukanlah keputusan mudah, sebab mereka mempunyai hak untuk menolak. Anda tidak perlu berkecil hati jika kerjasama tidak terwujud, mungkin perusahaan diminta untuk mencari mitra kerja lainnya. Atau kemungkinan isi kontrak perjanjian anda tidak memuaskan. Calon mitra tidak mendapatkan kepuasan dari hasil kesepakatan, dan memilih mundur dari kerjasama.

Bekerjasama antara dua instansi membutuhkan surat perjanjian, dengan ketentuan yang telah disepakati. Lembar hitam diatas putih tersebut menjadi bukti otentik, bila salah satu melanggar kesepakatan. Ada konsekuensi hukum yang telah dicantumkan, dan disepakati ketika berlangsungnya kontrak. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya kasus penipuan. Untuk mendeteksi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Leave a Reply