Fenomena Sekolah Daring, Efektifkah?

Sejak bulan Maret lalu, virus Corona mulai menghantui tanah air. Tidak hanya perekonomian tanah air yang terganggu, sistem pendidikan juga mengalami gangguan. Agar virus tidak menjangkau siswa sekolah, pemerintah membuat perintah ke sekolah-sekolah agar para siswa belajar di rumah. Pemerintah akhirnya menerapkan pembelajaran sevara daring. Fenomena sekolah daring di tanah air dilakukan oleh semua sekolah di tanah air. Selama prosesnya, kegiatan belajar dan mengajar dilakukan tanpa harus bertatap muka. Baik guru dan para siswa melakukan pemberlajaran secara online. Untuk melakukan sekolah daring, siswa dan para guru membutuhkan jaringan internet. Jika tidak ada akses internet, sekolah daring tentunya tidak dapat dilakukan. Jika diperhatikan dengan seksama, jaringan internet merupakan alat utama guru dan siswa saling berkomunikasi selama sekolah daring dilakukan. Jika ada yang bertanya, apakah sekolah daring efektif pandemi? Jawabannya ada di bawah ini.

tidak ada akses internet daring

Sekolah daring di masa pandemi merupakan solusi yang diajukan oleh pemerintah agar rantai virus Corona tidak semakin melebar. Meskipun masih berjalan hingga kini, sekolah daring menuai banyak kontroversi. Dari sisi pengajar, pembelajaran daring sangat tepat digunakan dalam pemberian tugas kepada siswa. Pengajar menilai bahwa siswa akan merasa kesulitan untuk memahami materi yang pengajar berikan. Tidak hanya itu, perekonomian dan kemampuan memanfaatkan teknologi masing-masing siswa sangatlah berbeda. Tidak semua siswa memiliki memampuan untuk membeli fasilitas pendukung pembelajaran dari jarak jauh. Koneksi jaringan yang lemah, kuota internet mahal dan kinerja smartphone yang kurang baik menjadi kendala utama yang sering timbul ketika sekolah daring dilakukan. Meskipun demikian, kegiatan belajar dan mengajar harus tetap berjalan. Sekolah memiliki beberapa kebijakannya sendiri untuk menyikapi keberadaan sekolah daring.

Sekolah melakukan perombakan pada jadwal mata pelajaran. Dengan perombakan ini, sekolah dapat memberikan tugas setiap harinya kepada siswa berdasarkan dengan mata pelajaran yang sedang dipelajari. Mata pelajaran diberikan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Sekolah nantinya akan memberikan tugas yang wajib diselesaikan oleh siswa setiap hari. Beberapa pelajar menilai bahwa sekolah daring tidak seefektif mengajar secara konvensional. Ada beberapa materi yang perlu guru jelaskan secara langsung. Materi yang disampaikan secara daring belum pasti dipahami oleh siswa. Sekolah daring memiliki batasan dalam tanya jawab. Karena tidak semua siswa memiliki smartphone, siswa tersebut tidak hanya kesulitan untuk melakukan sekolah daring tetapi juga tidak mendapatkan informasi terbaru yang diberikan oleh pengajar. Akibatnya, siswa tidak dapat mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan pada hari pengumpulan tugas.

tidak ada akses internet

Efektif tidaknya sekolah daring juga dapat kita lihat dari sudut pandang siswa. Banyak siswa yang tidak paham bagaimana sistem pengajaran daring. Mereka sering mendapatkan tugas dari guru tanpa diberikan materi atau pembelajaran secara online. Banyak kasus dimana tugas siswa tidak dikerjakan sendiri oleh siswa tersebut. Karena dikerjakan oleh orang lain, siswa tidak paham akan pelajaran yangd diberikan oleh guru. Para siswa semakin merasa pusing dengan pelajaran yang tidak mereka pahami. Pemahaman materi semakin rendah karena sekolah daring tidak menyediakan waktu panjang untuk sesi tanya jawab. Siswa tidak dapat bertanya kepada guru akan materi atau mata pelajaran yang tidak mereka pahami. Pembelajaran sekolah daring dinilai sangat ringkas dan sulit dipahami. Masalah semakin bertambah ketika tidak ada akses internet yang menghubungkan guru dengan siswa ketika sekolah daring dilakukan.

Leave a Reply