Bentuk Perusahaan yang Tidak Sama, Yuk Simak Perbedaan PT dan CV

Salah satu bentuk usaha di Indonesia adalah Perseroan Terbatas (PT) dan Perseroan komanditer (CV). Namun banyak masyarakat Indonesia yang menganggap PT dan CV sama. Padahal kedua bentuk usaha ini memiliki sejumlah perbedaan. Bagi anda yang ingin mendirikan satu perusahaan, ada baiknya mengetahui perbedaan PT dan CV, agar di kemudian hari tidak ada penyesalan mengenai jenis perusahaan yang dipilih.

Perbedaan Bentuk Usaha PT dan CV

1. Skala Usaha dan Dasar Hukum

Bentuk perusahaan PT merupakan perusahaan berbadan hukum yang harus sesuai dengan peraturan UU no. 40 Tahun 2007 tentang perseroan terbatas. Bentuk perusahaan PT banyak digunakan di Indonesia karena dapat digunakan untuk usaha skala kecil, menengah, hingga perusahaan skala besar. Sedangkan bentuk perusahaan CV merupakan badan usaha yang tidak berbadan hukum dan lebih banyak digunakan untuk usaha kecil menengah (UKM).

2. Persayaratan Pendirian Perusahaan

Perbedaan antara PT dan CV dapat dilihat dari ketentuan pendirian kedua perusahaan. Pendirian Perusahaan PT harus melibatkan minimal dua orang WNI. Namun warga negara asing juga diperbolehkan untuk mendirikan perusahaan PT di Indonesia. Sedangkan untuk bentuk perusahaan CV, tidak memungkinkan bagi WNA sebagai pendiri perusahaan. Dan untuk pendirian perusahaan CV membutuhkan minimal dua orang warga negara indonesia.

Bentuk Perusahaan yang Tidak Sama, Yuk Simak Perbedaan PT dan CV

3. Penggunaan Nama Perusahaan

Mengenai pemakaian nama perusahaan, PT yang hendak didirikan tidak boleh memiliki nama yang sama dengan PT yang sudah lama berdiri. Selain itu, nama perseroan harus diawali dengan Perseroan Terbatas atau PT. Sedangkan untuk perusahaan berbentuk CV, tidak ada peraturan khusus mengenai penamaan perusahaan. Nama perusahaan bisa saja mirip atau sama dengan CV lain yang sudah berdiri lebih dahulu.

4. Modal yang Digunakan

Perbedaan PT dan CV juga terletak pada modal yang digunakan. Modal dasar PT ditentukan minimal Rp 50 juta dan minimal 25% dari total modal dasar harus disetor kepada pendiri perseroan sebagai pemegang saham perseroan. Sedangkan, perusahaan CV yang tidak memiliki sistem kepemilikan saham perusahaan. Untuk besaran modal juga tidak diatur dalam Undang-Undang, dan penyetoran modal bisa dilakukan sesuai perjanjian yang telah disepakati.

5. Tujuan dan Kegiatan Perusahaan

PT bisa melakukan segala kegiatan usaha yang sesuai dengan maksud dan tujuan pendirian seperti usaha perdagangan, pembangunan, perindustrian, percetakan hingga jasa. PT juga bisa melakukan kegiatan usaha khusus seperti perfilman, perekaman video, pariwisata hingga pelayaran. Sedangkan perusahaan CV, hanya bisa melakukan kegiatan tertentu seperti perdagangan, pertanian, percetakan, jasa dan perindustrian.

6. Sistem Pengurusan

Sistem pengurusan PT harus memiliki minimal dua orang pengurus yang bertindak sebagai Direksi dan Komisaris. Namun untuk perusahaan perseroan terbuka, harus ada minimal dua anggota Direksi. Apabila dalam PT tersebut terdapat Direksi dan Komisaris yang lebih dari satu, maka salah satunya dapat diangkat menjadi Direktur Utama atau Komisaris Utama. Selain menjadi pengurus, anggota di PT juga bisa menjadi pemegang saham. Pengangkatan dan pemberhentian anggota pengurus dilakukan sesuai dengan Rapat Umum Pemegang Saham.

Sedangkan dalam proses pengurusan perusahaan, perusahan CV harus memiliki minimal dua orang, salah satu diantaranya sebagai Persero Aktif dan yang lain sebagai Persero Pasif. Persero aktif bertugas menjalankan CV dan mengadakan perjanjian atau hubungan hukum dengan pihak lain, sedangkan persero pasif hanya bertanggung jawab pada modal yang telah disetorkan ke dalam CV.

Ketika memilih bentuk perusahaan, sebaiknya anda mencari tahu informasi terlebih dahulu mengenai jenis perusahaan yang akan didirikan. Setiap bentuk perusahaan memiliki kelebihan masing-masing. Pemilihan yang tepat akan memudahkan anda dalam proses pengurusan maupun kegiatan usaha sehingga bisnis anda bisa berjalan dengan lancar.

Leave a Reply